Sabtu, 20 Oktober 2012

Internet Download Manager 6.12 Final Build 22



Untuk kesekian kali nya IDM mengeluarkan versi terbaru nya yakni IDM 6.12 Build 22, fitur terbaru yang ada dalam IDM 6.12 build 22 ini adalah sudah support untuk firefox 18, silakan buat sobat yang ingin coba.

what's new in version 6.12 Final Build 22 :
(released :10/10/2012)

  • added support for firefox 18


Password : www.remo-xp.com 
Download IDM 6.12 Final Build 22 

K A M U


Apakah kehidupan ini bisa hidup tanpa kata “kamu”..
Apakah keindahan ini bisa nampak tanpa kata “kamu”..
Apakah bahagia ini juga bisa ada tanpa “kamu”..
Dan apakah juga hati ini akan bersandar tanpa kata “kamu”..

Sungguh aku ingin itu terjadi..
“kamu” sebuah kata yang tak pantas lagi ada disini..
“kamu” yang udah tak lagi indah di lisan ini..
“kamu” yang tak lagi unik dalam pikiran ini..
Dan “kamu” yang tak lagi sejuk saat hati ini mengingini..
Apakah kamu sebaik yang ada dalam fikiran ini..
“kamu” indah saat aku mencari
“kamu” nyaman saat aku didampingi..
Dan kamu, kamu, kamu, kamu..
Saat sedang jatuh dan menunggu..
Hanya “kamu”..
Ah masa bodoh dengan kamu..
Yang aku tau, aku sedikit bahagia karenamu..
Tak lebih menyenangkan dari berada di bawah awan kelabu..
Taukah engkau maksudku..
Aku mencintaimu..

Penantian


Saat semua ini diam...Saat hitam tak lagi menjadi gelap...
Saat sunyi semakin menenggelamkan kebahagiaan...
disini...aku selalu menanti...

Sosok ceria yang bersamaku....
Tampan, lembut, penuh kasih...
Harapan yang selalu aku inginkan...
Selalu bersamamu...

Betapa rindunya aku kepadamu..
Tak tau mengapa...
Sungguh rindu ini menyiksaku...
Kembalilah....ku mohon...

Minggu, 18 Desember 2011

Monas Ternyata Lambang Suci Luciferian dan Freemason


Bagi warga negara Indonesia dan warga Jakarta khususnya, Monumen Nasional yang lazim disebut Tugu Monas sudah tidak asing lagi. Berada tepat di jantung ibukota negara dan pemerintahan Republik Indonesia, Tugu Monas menjulang tinggi mengalahkan kemegahan bangunan-bangunan di sekelilingnya.Menurut sejarahnya, bangunan setinggi 128,70 meter ini dibangun pada era Presiden Sukarno, tepatnya tahun 1961. Awalnya, sayembara digelar oleh Sukarno untuk mencari lambing yang paling bagus sebagai ikon ibukota negara. Sang Presiden akhirnya jatuh hati pada konsep Obelisk yang dirancang oleh Friederich Silaban. Namun saat pembangunannya, Sukarno merasa kurang sreg dan kemudian menggantinya dengan arsitek Jawa bernama Raden Mas Soedarsono. Sukarno yang seorang insinyur mendiktekan gagasannya kepada Soedarsono hingga jadilah Tugu Monas seperti yang dapat kita saksikan saat ini.
Proyek mercusuar pembangunan Monumen Nasional tersebut sesungguhnya dilakukan saat kondisi keuangan negara dalam masa kritis yang sangat hebat. Pada saat itu, Sukarno juga tengah mengerjakan proyek lainnya yang mungkin dianggap lebih ‘mulia’, yakni pembangunan Masjid Istiqlal, masjid terbesar se-Asia Tenggara. Dihadapkan pada pilihan sulit, akhirnya Sukarno lebih memilih merampungkan proyek Tugu Monas daripada rumah Allah tadi. Uniknya, kedua proyek besar tersebut selesai saat Presiden Sukarno sudah tidak berkuasa lagi pasca pemberontakan G 30 S PKI.